Tugas Akhir

ANALISIS HUBUNGAN KONDISI PERAIRAN DENGAN TERUMBU KARANG DI DESA PEMUTERAN BULELENG BALI

Skripsi

Abstrak

Oleh : Sabil Al Alif

Email : sabil.alalif@yahoo.com

Fakultas / Jurusan : Fakultas Kelautan dan Perikanan / S1 Ilmu Kelautan

Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem pesisir yang penting bagi kehidupan biota disekitarnya. Terumbu karang berfungsi sebagai tempat berkembang biak berbagai macam biota. Selain itu secara fisik terumbu karang berfingsi sebagai pemecah gelombang untuk melindungi daerah pesisir. Terumbu karang di Desa Pemuteran selain sebagai perlindung daerah pesisir juga dimanfaatkan untuk kegiatan pariwisata utamanya menyelam. Dalam proses pertumbuhannya, terumbu karang sangat dipengaruhi oleh kondisi perairan sekitar baik faktor fisika maupun kimia perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik perairan berdasarkan faktor fisika dan kimia perairan, mengetahui persentase tutupan terumbu karang, mengetahui hubungan serta pengaruh kualitas perairan dengan terumbu karang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah transek garis dan transek kuadran untuk mengetahui persentase tutupan terumbu karang, analisis komponen utama untuk mengetahui pengaruh dan hubungan parameter kualitas perairan dengan terumbu karang. Hasil karakteristik perairan berdasarkan faktor fisika yaitu suhu 30 – 31ēC, kedalaman 4 – 75 m, kecerahan mencapai 13 m, kekeruhan 1,2 – 5,4 NTU, kecepatan arus 0,1 – 0,4 m/s, dan substrat dasar berupa pasir. Berdasarkan faktor kimia yaitu salinitas 31,25 – 31,55 ‰, pH 6,9 – 7,5, DO 5,5 – 6,4 mg/l, BOD5 0,57 – 0,76 mg/l, TSS 248 – 504 mg/l, nitrat 0,021 - 0,908 mg/l, dan fosfat 0,065 - 0,95 mg/l. Persentase tutupan terumbu karang titik 1 sebesar 50,67%, titik 2 sebesar 65%, titik 3 sebesar 35%, titik 4 sebesar 85,33% dan titik 5 sebesar 16,67%. Sedangkan titik 6 – 10 tidak terdapat terumbu karang. Hasil analisis komponen utama kualitas perairan yang mempengaruhi terumbu karang yaitu, kekeruhan, dan substrat. Hasil korelasi menunjukkan bahwa suhu perairan dan nitrat berkorelasi sangat lemah terhadap terumbu karang. Parameter kualitas perairan yang berkorelasi cukup terhadap terumbu karang yaitu pH, DO, BOD5, dan fosfat. Korelasi kuat terjadi antara parameter kualitas air seperti salinitas, kecepatan arus, dan TSS dengan terumbu karang. Sedangkan yang memiliki korelasi sangat kuat terhadap terumbu karang di perairan Desa Pemuteran adalah kedalaman, kecerahan, kekeruhan dan substrat.

Kata kunci : -

Download : File 1 File 2 File 3