Tugas Akhir

Tingkat Pencemaran Berdasarkab Saprobitas Plankton di Perairan Pelabuhan Benoa, Kota Denpasar, Provinsi Bali

Skripsi

Abstrak

Oleh : Ni Putu Eva Damayanti

Email : evadamayanti25@yahoo.com

Fakultas / Jurusan : Fakultas Kelautan dan Perikanan / S1 Ilmu Kelautan

Plankton merupakan organisme yang rentan terhadap perubahan lingkungan sehingga dapat dijadikan indikator pencemaran lingkungan melalui indeks saprobitas karena plankton berperanan penting dalam mempengaruhi produktivitas primer suatu perairan. Penelitian terkait saprobitas plankton di perairan Pelabuhan Benoa belum pernah dilakukan sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui struktur komunitas dan tingkat saprobitas plankton di Pelabuhan Benoa.Penelitian ini menggunakan metode random sampling untuk penentuan stasiunnya. Dari hasil penelitian ditemukan 17 jenis plankton di perairan Pelabuhan Benoa yaitu dari 2 kelas Bacillariophyceae, Dinophyceae pada fitoplankton dan 5 kelas Magnoliopsida, Malacostraca, Maxillopoda, Globothalamea dan Hexanauplia pada zooplankton. Kelimpahan total plankton berkisar 1.117.172 Individu/Liter- 1.626.163 Individu/Liter. Indeks keanekaragaman zooplankton di perairan Pelabuhan Benoa berkisar 1.06-1.58 dan fitoplankton berkisar 1.02-155. Hal ini menunjukan bahwa nilai keanekaragaman pada seluruh stasiun pengamatan termasuk dalam kategori keanekaragaman rendah. Nilai indeks keseragaman zooplankton di perairan Pelabuhan Benoa berkisar 0.73-0.88 dan fitoplankton berkisar 0.71-0.96. Hal ini menunjukan bahwa indeks keseragaman relatif tinggi. Nilai dominansi zooplankton di perairan Pelabuhan Benoa berkisar 0.24-0.43 dan fitoplankton berkisar 0.22-0.41. Hal ini menunjukan bahwa dominansi yang relatif rendah. Nilai Saprobik Indeks (SI) berkisar 1.0-1.6 dan Tingkat Saprobik Indeks (TSI) berkisar 1.76-1.96. Hal ini menunjukkan bahwa perairan Pelabuhan Benoa dikategorikan perairan dalam kondisi tercemar ringan sampai belum tercemar.

Kata kunci : -

Download : File 1 File 2 File 3