FAQ-FKP Unud versi Sept 2026
Frequently Asked Questions
Temukan jawaban atas pertanyaan umum terkait prosedur akademik, fasilitas kampus, kemitraan riset, dan prospek karier di Fakultas Kelautan dan Perikanan.
Kategori A: Penerimaan Mahasiswa Baru, Kurikulum & Beasiswa
Apa saja program studi yang ditawarkan di FKP Unud dan apa perbedaannya?
Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Unud menawarkan program
pendidikan yang berfokus pada pendekatan ekonomi biru (Blue Economy) dan nirlimbah. Kami mengelola empat program studi:
- S1 Ilmu Kelautan (Akreditasi Unggul): Berfokus pada kajian bio-oseanografi, meteorologi kelautan, ekowisata, dan genetika molekuler.
- S1 Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP): Berfokus pada ekologi perairan sistem terbuka, restorasi pesisir, dan tata kelola perikanan berkelanjutan.
- S1 Akuakultur: Berorientasi pada teknologi budidaya maju berbasis kecerdasan buatan (AI), IoT, dan genetik perikanan.
- S2 Magister Ilmu Kelautan: Program pascasarjana spesifik bagi periset dan perencana strategis maritim tingkat lanjut.
Bagaimana struktur biaya pendidikan (UKT) di program Sarjana FKP Unud?
Sistem pembayaran menggunakan struktur Uang Kuliah Tunggal (UKT)
progresif yang disesuaikan dengan kemampuan sosial ekonomi keluarga.
Pembagian golongan UKT per semester adalah:
- UKT 1: Rp 500.000
- UKT 2: Rp 1.000.000
- UKT 3: Rp 2.000.000
- UKT 4: Rp 3.000.000
- UKT 5: Rp 4.000.000
Apa saja jalur penerimaan yang tersedia dan apakah terdapat program beasiswa?
Penerimaan mahasiswa baru dilakukan melalui tiga jalur:
SNBP (berbasis prestasi rapor/portofolio),
SNBT (tes tertulis nasional), dan
Jalur Mandiri Beasiswa Prestasi (seleksi mandiri
berbasis prestasi olimpiade sains/prestasi lainnya).
Bagi mahasiswa berprestasi dengan keterbatasan ekonomi, FKP Unud memfasilitasi program KIP Kuliah yang membebaskan UKT secara penuh dan memberikan tunjangan hidup bulanan. Selain itu, tersedia mitra donor swasta/filantropi seperti Beasiswa Sobat Bumi (Pertamina), Bakti BCA, dan Bank Lestari.
Bagi mahasiswa berprestasi dengan keterbatasan ekonomi, FKP Unud memfasilitasi program KIP Kuliah yang membebaskan UKT secara penuh dan memberikan tunjangan hidup bulanan. Selain itu, tersedia mitra donor swasta/filantropi seperti Beasiswa Sobat Bumi (Pertamina), Bakti BCA, dan Bank Lestari.
Kategori B: Kehidupan Kampus, Praktikum & Organisasi
Apakah mahasiswa wajib memiliki sertifikat selam (diving) sebelum mendaftar?
Tidak. Sertifikasi selam tidak diwajibkan saat
pendaftaran. Namun, guna menunjang kapasitas riset lapangan,
mahasiswa didorong mengikuti pelatihan melalui UKM
Baruna Scientific Diving Club (BASIC). BASIC
menyelenggarakan sertifikasi Open Water Diver berstandar
internasional bersubsidi dengan biaya sekitar Rp 4.000.000 (sudah
termasuk penyewaan SCUBA gear, akomodasi, dan transportasi
praktik).
Bagaimana protokol dan standar operasional penggunaan fasilitas laboratorium?
Fakultas mengoperasikan 4 fasilitas utama (Laboratorium Ilmu
Kelautan, Ilmu Perikanan, Remote Sensing & GIS, dan Komputasi)
dengan jam kerja
Senin - Jumat (08.00 - 16.00 WITA).
Disiplin tata tertib ditegakkan secara absolut; mahasiswa yang mengenakan kaos oblong, celana pendek, atau sandal dilarang memasuki fasilitas. Segala bentuk kerusakan alat akibat kelalaian operasional sepenuhnya menjadi tanggung jawab ganti rugi pengguna.
Disiplin tata tertib ditegakkan secara absolut; mahasiswa yang mengenakan kaos oblong, celana pendek, atau sandal dilarang memasuki fasilitas. Segala bentuk kerusakan alat akibat kelalaian operasional sepenuhnya menjadi tanggung jawab ganti rugi pengguna.
Bagaimana FKP Unud mengimplementasikan program Bina Desa dan MBKM?
Program
Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dieksekusi
secara aktif melalui skema magang industri, studi independen, dan
pengabdian Bina Desa. Melalui Bina Desa, mahasiswa
diterjunkan untuk mengatasi problematika masyarakat pesisir, seperti
edukasi pengolahan nilai tambah perikanan hingga restorasi terumbu
karang. Kegiatan ini didukung langsung dengan hibah operasional
fakultas sebesar Rp 1.500.000 hingga Rp 3.000.000 per kegiatan
kelompok.
Kategori C: Kemitraan Riset & Kolaborasi Industri
Apa saja fokus riset (Kelompok Bidang Keahlian) unggulan yang terbuka untuk kolaborasi?
FKP memiliki lima Kelompok Bidang Keahlian (KBK) inovatif sebagai
think-tank utama yang sangat terbuka terhadap skema
kolaborasi industri (quadruple helix). Fokus riset yang
dapat dikomersialisasi mencakup:
- Valuasi ekonomi Blue Carbon pada ekosistem mangrove dan lamun.
- Otomatisasi deteksi bio-pesisir dengan Machine/Deep Learning.
- Biokonversi limbah berbasis maggot dan teknologi Bioflok.
- Integrasi tata kelola Smart Fisheries melalui Vessel Monitoring System (VMS).
Apakah institusi perusahaan dapat menerima penempatan magang mahasiswa FKP?
Tentu. Kami terus menjalin Perjanjian Kerja Sama
(PKS) aktif dengan industri. Kurikulum mewajibkan mahasiswa tingkat
akhir mengikuti magang profesional terstandarisasi. Fakultas saat
ini memiliki rekam jejak penyaluran tenaga riset magang bersama
berbagai entitas ternama, seperti Gabungan Pengusaha Lobster
Indonesia (GPLI), PT Seasix Energy, serta Yayasan MDPI.
Bagaimana reputasi publikasi ilmiah dan kemitraan global fakultas saat ini?
FKP Unud menerbitkan dua jurnal akademik berkala yaitu
Journal of Marine and Aquatic Sciences (JMAS),
Current Trends in Aquatic Science (CTAS), dan
Journal of Aquaculture Research (JAR). Secara kelembagaan
global, fakultas memiliki kemitraan aktif (MoU) untuk pertukaran
riset, mahasiswa, dan transfer teknologi lintas benua bersama
institusi seperti JAMSTEC (Jepang), Pukyong National University
(Korea Selatan), serta Rostock University (Jerman).
Kategori D: Profil Karier dan Reputasi Lulusan
Bagaimana prospek serapan kerja lulusan FKP Unud berdasarkan Tracer Study?
Data pelacakan alumni (Tracer Study) menunjukkan bahwa
lebih dari
72% lulusan berhasil memperoleh pekerjaan selaras dalam kurun
waktu kurang dari enam bulan
pasca-kelulusan. Dengan capaian IPK kumulatif lulusan yang secara
konsisten di atas 3,60, alumni FKP menduduki posisi krusial sebagai
analis iklim pesisir, peneliti konservasi di LSM, pegawai
pemerintahan (KKP/BRIN), Quality Control industri pangan
laut, hingga perintis startup budidaya modern
(Aquapreneur).
 (4).png)
 (3).webp)

UNIVERSITAS UDAYANA