“Optimalisasi Kinerja Legislatif Melalui Pembekalan Monitoring dan Evaluasi Mewujudkan Legislasi yang Efektif” yang Dilakukan dalam Rangka Pelatihan Monitoring dan Evaluasi 2025

Dewan Perwakilan Mahasiswa kembali mengadakan rangkaian acara yang disebut dengan Pelatihan Monev. Pelatihan Monev dilaksanakan pada Sabtu, 15 Maret 2025 di Ruang Batur lt.4, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana. Pelatihan Monitoring dan Evaluasi ini memiliki tujuan untuk mewujudkan anggota legislatif sebagai wadah pembentukkan karakter yang berintegritas. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota legislative aktif dewan perwakilan mahasiswa tahun 2025.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Iqmal Beri Wiguna, yang menekankan pentingnya kerja sama tim dalam proses monitoring dan evaluasi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa sebagai anggota legislatif, mereka berperan sebagai penengah yang netral dalam setiap program kerja. Selanjutnya, acara resmi dibuka oleh Bapak Putu Satya Pratama Atmaja, S.Kel., M.Si., selaku Pembina DPM Fakultas Kelautan dan Perikanan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapannya agar peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh guna meningkatkan kualitas monitoring dan evaluasi dalam organisasi.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi yang dimoderatori oleh Zhaleth Levenery Gavrily Ayezcca. Materi pertama disampaikan oleh Ni Luh Yudi Ayuningsih, mahasiswi Manajemen yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPM PM 2024, yang membahas tentang Monitoring dan Evaluasi dalam Kelompok. Dalam paparannya, ia menjelaskan konsep dasar serta teknik dalam melakukan monitoring dan evaluasi secara efektif di dalam sebuah tim. Materi kedua disampaikan oleh Fauziah Choirunnisa Andani, mahasiswi Ilmu Kelautan yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPM Fakultas Kelautan dan Perikanan tahun 2024 yang membahas tentang Menempatkan Diri sebagai Individu dalam Proses Monitoring. Ia menekankan pentingnya objektivitas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas monitoring serta bagaimana seorang evaluator dapat bersikap netral dan konstruktif.

Setelah pemaparan materi, peserta dibagi menjadi empat kelompok untuk mengikuti sesi Studi Kasus. Dalam sesi ini, peserta diberikan skenario permasalahan organisasi dan diminta untuk menganalisis serta memberikan solusi berdasarkan konsep monitoring dan evaluasi yang telah dipelajari. Diskusi berlangsung secara interaktif, dengan peserta menunjukkan pemikiran kritis dan inovatif dalam menyelesaikan tantangan yang diberikan.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peserta. Salah satu anggota DPM, Najwa, menyampaikan kesannya, "Kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai bekal dalam menjalankan tugas monitoring dan evaluasi di lingkungan organisasi. Selain itu, pelatihan ini juga membantu membangun karakter kami sebagai pemimpin yang lebih kritis dan bertanggung jawab.". Senada dengan itu, Michael, Ketua DPM Fakultas Kelautan dan Perikanan tahun 2025, menyampaikan, "Pelatihan ini memberikan wawasan yang sangat bermanfaat bagi kita semua dalam meningkatkan kualitas monitoring dan evaluasi. Dengan adanya Studi Kasus, peserta dapat memahami berbagai tantangan yang mungkin dihadapi dan menemukan solusi yang tepat dalam menjalankan tugas legislatif."

Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus belajar serta mengembangkan kemampuan dalam monitoring dan evaluasi. Dengan semangat yang tinggi, diharapkan kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menciptakan perubahan positif dan meningkatkan kualitas kinerja sebagai anggota legislatif di lingkungan Fakultas Kelautan dan Perikanan.