Perkuat Konservasi Laut Berbasis Sains Lintas Negara: FKP Unud Soroti Riset Genetik Penyu dan Kemandirian Pesisir dalam Seminar LSS Science Hub 2026
Seminar Internasional LSS Science Hub - FKP UNUD 2026
KEMITRAAN GLOBAL | Fakultas Kelautan dan Perikanan UNUD
SEMINAR INTERNASIONAL LSS SCIENCE HUB 2026Sinergi Sains dan Konservasi Kelautan Lintas Batas di Bentang Laut Sunda Kecil
- Tanggal: Kamis, 24 September 2026
- Lokasi: Jimbaran, Bali
Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Udayana kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat jejaring sains dan konservasi kelautan lintas batas melalui penyelenggaraan International Seminar Lesser Sunda Seascape (LSS) Science Hub – University Partnership Tahun 2026.
Seminar internasional ini menghadirkan empat pakar dan praktisi konservasi yang memaparkan hasil riset molekuler genetik penyu lekang (Lepidochelys olivacea), pengelolaan kawasan konservasi perairan lintas negara, hingga aksi nyata konservasi berbasis komunitas pesisir di Bentang Laut Sunda Kecil.
Pemaparan Sesi Ilmiah & KonservasiRangkaian pemaparan dari akademisi internasional hingga praktisi lapangan yang berfokus pada ekosistem dan keanekaragaman hayati.
- Konektivitas Genetik Penyu Lekang LSS dan Penguatan Kapasitas Akademis
Sesi ilmiah diawali oleh Giri (LSS Science Hub – Somacore Project / BIONESIA) yang menyampaikan riset berjudul “Unraveling genetic connectivity of Olive Ridley turtle (Lepidochelys olivacea) in the Lesser Sunda Seascape: Strengthening science-based conservation through capacity building”.
Riset ini memetakan struktur genetik penyu lekang di berbagai lokasi peneluran utama di wilayah LSS, meliputi Bali (Pantai Saba, Nusa Penida, Klotok), Solor (Flores Timur), hingga Timor Leste (Com, Kasait, Ulmera). Rendahnya jarak genetik antarpopulasi mengindikasikan terjadinya pencampuran genetik (genetic mixing) penyu lekang di seluruh Bentang Laut Sunda Kecil. Selain temuan ilmiah, program ini memfasilitasi pelatihan genetika molekuler bagi dosen UNITAL di Laboratorium BIONESIA Bali, magang mahasiswa di KPP Saba Asri, serta riset tugas akhir mahasiswa.
- Peran Strategis Kemitraan Universitas dan Kearifan Lokal "Tara Bandu" di Timor-Leste
Pemateri kedua, Mateus Salvador (Dosen Jurusan Perikanan UNITAL, Timor-Leste), membawakan materi bertajuk “Academic Context and Importance of Research in the Coastal & Marine Areas”. Beliau menekankan bahwa riset wilayah pesisir dan kelautan sangat krusial tidak hanya bagi pemahaman ekosistem dan mitigasi perubahan iklim, tetapi juga untuk mendukung ketahanan pangan, ekonomi biru (blue economy), dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Dalam pemaparannya, Salvador menjabarkan pembentukan LSS Science Hub – University Partnership berdasarkan MoA dengan 11 universitas di Indonesia dan Timor-Leste di bawah naungan CTI-CFF serta dukungan program SOMACORE (IKI/GIZ) guna mentransformasi hasil riset menjadi kebijakan publik. Pemaparan ini juga mengulas Kawasan Konservasi Perairan (MPA) di Timor-Leste, termasuk MPA Pulau Atauro yang menjadi hotspot keanekaragaman hayati terumbu karang dengan lebih dari 250 spesies ikan dan 22 spesies mamalia laut, serta MPA Liquiçá, Batugade, dan Taman Nasional Nino Konis Santana. Di samping itu, dipaparkan pula riset budidaya ikan Nila GIFT (Genetically Improved Farmed Tilapia) sebagai solusi akuakultur berkelanjutan untuk meningkatkan konsumsi protein masyarakat.
- Standardisasi Analisis Genetik untuk Penegakan Hukum Perdagangan Ilegal
Sesi ketiga dipresentasikan oleh Tim Biodiversitas Indonesia (BIONESIA) Bali dengan topik “Koleksi Sampel dan Analisis Genetik Penyu serta Produk Turunannya di Bentang Laut Sunda Kecil”. Materi ini menyoroti metodologi baku pengumpulan sampel biologis serta pentingnya teknologi DNA molekuler dalam mengidentifikasi spesies penyu hingga ke tingkat produk turunannya. Aplikasi teknologi genetik ini menjadi instrumen vital untuk melacak asal-usul populasi serta mendukung penegakan hukum terhadap perdagangan gelap penyu dan produk ilegal di tingkat regional.
- Aksi Nyata Konservasi Berbasis Komunitas: KPP Saba Asri Gianyar
Mewakili praktisi lapangan, Kelompok Pelestari Penyu (KPP) Saba Asri Pantai Saba, Gianyar, memaparkan materi “Profil dan Aktivitas Konservasi Kelompok Pelestari Penyu (KPP) Saba Asri”. Didirikan pada tahun 2015 secara swadaya oleh komunitas nelayan dan Desa Adat Saba, KPP Saba Asri konsisten mengamankan garis pantai sepanjang 15 km dari ancaman abrasi, predasi liar, dan perburuan telur.
Aktivitas utama KPP Saba Asri meliputi patroli malam selama musim bertelur (Maret–Agustus), pemindahan telur ke penetasan terkontrol dengan tingkat keberhasilan penetasan mencapai ~80%, pemantauan sarang, serta pelepasliaran tukik bersama wisatawan, pelajar, dan masyarakat.
Komitmen FKP Unud dalam Sinergi Sains dan Konservasi Komunitas
Melalui pelaksanaan seminar internasional LSS Science Hub ini, FKP Universitas Udayana menegaskan perannya sebagai pusat keunggulan ilmiah kelautan yang menghubungkan riset akademis berstandar internasional dengan aksi konservasi riil di masyarakat. Sinergi antara FKP Unud, UNITAL Timor-Leste, BIONESIA, dan KPP Saba Asri menjadi model kolaborasi ideal dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati Bentang Laut Sunda Kecil secara berkelanjutan.
Galeri DokumentasiMomen-momen berharga dari pelaksanaan Seminar Internasional LSS Science Hub 2026.
Suasana Seminar Internasional LSS Science Hub
Pemaparan Riset dan Konservasi Kelautan
 (4).png)
 (3).webp)
UNIVERSITAS UDAYANA